Psikologi Warna Pada Branding

Psikologi warna pada branding adalah bagaimana sebuah warna dari brand dapat memengaruhi kesadaran, pengalaman, hingga keputusan konsumen dalam memiliih brand Anda. Berikut alasan kenapa warna penting untuk membangun brand

 

Warna Meningkatkan Pengenalan Merek

penelitian menunjukkan bahwa warna mampu memberikan pengenalan merek hingga 80%. Tak heran banyak produsen produk beralih ke psikolog warna dan ahli merek untuk menemukan cara inovatif dalam menggunakan warna. Dari psikologi akan warna tersebut untuk membedakan produk mereka dari produk orang lain.

 

Sebagai Bentuk Visual Sebuah Produk

Psikologi dalam warna dalam pemasaran merupakan faktor penting dalam tampilan visual pengemasan produk, logo, desain situs web. Sebuah perusahaan akan menggunakan warna dalam berbagai cara seperti melalui identitas merek, pemasaran konten dan digital, pengemasan, media sosial, dan bahkan halaman arahan dan iklan.

 

Mampu Menyorot Budaya Atau Citra Merek, Produk, Atau Layanan Orang-orang memahami dan memercayai informasi non-verbal jauh lebih cepat daripada isyarat verbal. Menggunakan warna yang tepat berarti Anda dapat mengomunikasikan konsep-konsep abstrak seperti kepercayaan, kegembiraan, atau kejelasan lebih cepat daripada yang sebenarnya.

 

Sebagai Bentuk Perbedaan Dengan Pesaing

Saat menentukan warna, analisis pesaing utama dan produk lain yang mungkin bisa sama. Dengan menggunakan psikologi jenis warna untuk sebuah merek, tentu akan menjadi pembeda dengan pesaing yang ada. Yang perlu diingat bahwa beberapa penelitian menyarankan penting bagi merek baru untuk memilih warna yang memastikan diferensiasi dari pesaing yang sudah ada.

Keunggulan Bisnis Online Dibandingkan dengan Bisnis Offline

Modal Relatif Kecil

Sudah bukan rahasia lagi, jika salah satu keuntungan menjalankan bisnis online adalah karena modal yang diperlukan terbilang relatif kecil. Jika bisnis offline anda harus menyiapkan toko, gudang, dan kantor. dalam berbisnis online anda hanya harus menyiapkan gadget dengan fitur mendukung, kemampuan dan internet.

 

Waktu dan tempat yang Fleksibel

Anda dapat menjalankan bisnis online dari mana saja dan kapan saja. Yang terpenting adalah Anda memiliki koneksi internet yang stabil.

 

Biaya Operasional yang Lebih Efisien

Jika membuka toko offline, mungkin biaya operasional yang akan Anda keluarkan sangat besar. apabila Anda menjalankan bisnis online, maka biaya operasional yang akan dikeluarkan adalahl untuk biaya PLN, internet atau paket data, biaya pengepakan saat barang akan dikirim, dan biaya karyawan jika Anda memiliki karyawan.

 

Menjangkau Konsumen Secara Luas

Dengan berbisnis online Anda bisa menjangkau konsumen secara luas lagi. Tidak hanya satu kota, satu provinsi, bahkan satu negara pun bisa Anda jangkau. Dikarenakan cakupan konsumen di bisnis online tidak terikat dengan masalah geografis.

 

Pemasaran Bisa Lebih Murah

Apabila menjalankan bisnis offline mungkin mengeluarkan biaya pemasaran produk, seperti memasang iklan, mencetak brosur, dan sebagainya dengan daya jangkau yang terbatas, sedangkan dengan beriklan online anda bisa memasarkan produk anda dengan biaya lebih rendah dan jangkauan yang lebih luas

Tips Membuat Logo untuk Usaha Anda

Pahami Visinya

Setiap bisnis memiliki latar belakang, Anda harus memahami visi dan misi serta keunggulan dan karakteristik dari brand. agar desain logo yang dibuat dapat menunjukkan identitas brand dengan tepat.

 

Membuat Sketsa

Rancanglah beberapa sketsa sebagai alternatif. Dengan membuat sketsa Anda bisa mengeksplorasi desain dan jadi punya gambaran bentuk logo yang mana yang paling baik untuk dikembangkan.

 

Memiliki Filosofi

bentuk dan warna yang dipilih memiliki filosofi tersendiri yang dapat mengungkapkan nilai suatu brand. Sebab filosofi dalam logo memberikan makna yang mendalam sehingga lebih berkesan karena ternyata logonya dibuat penuh arti.

 

Sederhana

Logo tidak harus menampilkan nama merek dan slogan, tapi cukup dengan gambar. usahakan logo dibuat sederhana, karena logo yang sederhana biasanya lebih mudah diingat dan dikenang

Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Saat Merawat Kaos

Menumpuk Pakaian Basah Bekas Keringat

Meninggalkan pakaian basah begitu saja di keranjang cucian, justru akan membuat noda di pakaian olahraga Anda semakin sulit dihilangkan. Bukan hanya itu, bahkan kuman dan bakteri yang menempel dari keringat yang ada pada pakaian pun bisa berkembang biak dan menyebabkan bau yang tidak sedap semakin menempel.

 

Mencampur Cucian

Kalau kamu mencuci pakaian dengan cara digabung dengan pakaian lainnya maka bersiap saja aroma pakaian akan tercampur dan justru sulit dihilangkan.  Bukan hanya itu, selain bisa cepat rusak, akan ada kemungkinan kaos mu bisa terkena luntur dari pakaian lain.

 

Tidak Mengikuti Instruksi Label Pakaian

instruksi perawatan pakaian seringkali diabaikan, karena dianggap sama-sama kaos anda mungkin mengira cara merawatnya sama. padahal bisa saja kaos tersebut bahan nya berbeda, warnanya berbeda, atau dengan sablon yang berbeda. sehingga cara perawatan nya pun berbeda

 

Terlalu lama direndam dan menggunakan terlalu banyak deterjen

terlalu lama merendam pakaian bisa merusak pakaian dan memudarkan warna, dan deterjen yang terlalu banyak tidak membuat pakaian semakin bersih mengikat bakteri dan kuman pada serat pakaianmu.  Selain itu, menggunakan deterjen terlalu banyak akan membuat pakaian sulit dibilas dengan bersih sekaligus membuat kotoran yang sudah terikat pada deterjen tetap menempel pada serat kaos

Perlukah Mengikuti Trend Warna?

Tentunya sebagai pengusaha, kita harus bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. trend yang berlangsung biasanya akan menjadi hal yang permintaan nya tinggi.

Jadi menyediakan hal yang sesuai dengan trend akan berdampak bagus karena sesuai dengan apa yang pasar cari.

 

Namun jangan sampai karena trend, anda kehilangan jatidiri brand anda. jika memang brand anda lebih ke menggunakan warna gelap, maka tidak ada salahnya untuk tetap memegang prinsip tersebut.

Apa itu Bahan Fleece?

Bahan Fleece merupakan salah satu bahan yang paling dinamis untuk digunakan sebagai bahan baku membuat pakaian. Ciri khas dari bahan Fleece adalah lembut, hangat, halus, dan memiliki kesan sedikit berbulu ketika diraba pada bagian permukaannya. Selain itu, bahan ini juga dikenal sebagai imitasi bahan wol karena memiliki tekstur bahan yang hampir mirip. Bulu-bulu lembut namun tebal yang terdapat pada permukaan dalam dari bahan Fleece membuat bahan ini dapat menghangatkan tubuh si pemakainya. Namun jangan khawatir, bulu-bulu halus tersebut tidak akan membuat alergi atau iritasi pada kulit karena aman dan tidak membahayakan kulit.

 

Untuk materi yang digunakan dalam pembuatan bahan Fleece yaitu bahan kimia campuran Polyester (terutama jenis Polyethylene Terephthalate atau PET) dengan lycra, nylon, dan beragam jenis bahan sintetis lainnya. Ada pula jenis bahan Fleece yang terbuat dari campuran bahan cotton, CVC, dan sedikit proporsi serat wol pada campuran tersebut.

 

Bahan Fleece lebih banyak dikreasikan untuk membuat pakaian-pakaian hangat dan tebal seperti hoodie, jaket, dan sweater. Selain dipakai dalam bahan baku membuat pakaian, bahan Fleece juga berperan dalam pembuatan selimut dan bed cover.

Mengenal Lebih Dekat Jenis Bahan Lacost

Apakah anda tengah mencari bahan untuk pembuatan kaos polo atau kaos berkerah? Jenis bahan Lacost mungkin bisa menjadi pilihan yang terbaik untuk anda. Bahan yang satu ini sendiri merupakan salah satu jenis bahan kaos yang mempunyai kualitas yang cukup bagus dan akan membuat pemakainya nyaman ketika mengenakannya.

Saat ini, penggunaan bahan yang  satu ini memang sudah banyak digunakan oleh para produsen kaos kerah yang ada di Indonesia. Tetapi apakah anda sudah mengenal lebih dekat apa itu bahan Lacost ini? Jika belum, anda bisa langsung menyimak ulasan yang ada dibawah ini.

Jenis bahan Lacost ini sendiri ternyata diambil dari sebuah brand kaos kerah dengan nama yang sama. Penggunaan dari bahan ini biasanya digunakan untuk pembuatan kaos berkerah atau dikenal dengan polo shirt. Adapun karakter yang paling menonjol yang terdapat pada kaos ini adalah permukaannya yang bolong-bolong.

Dalam pembuatannya, bahan Lacoste ini lebih banyak dipadukan dengan bordiran dibandingkan dengan sablonan. Jenis bahan ini sendiri ternyata dibagi menjadi 3 jenis yaitu:

 

Lacost Cotton Pique

Untuk anda yang ingin membuat kaos agar bisa menyerap keringat dengan baik dan membuat anda nyaman ketika memakainya maka pilihan kaos Lacost Cotton Pique ini sangat cocok untuk anda pilih. Hal ini tidak lain karena jenis bahan yang satu ini terbuat dari material katun.

Jadi dijamin akan membuat anda nyaman ketika mengenakannya. Untuk urusan harga, memang harga kaos yang satu ini memang lebih mahal jika dibandingkan dengan yang lainnya.

 

Lacost CVC Pique

Salah satu jenis bahan Lacost yang satu ini memang terbuat dari katun dan polyester yang dipadukan. Dengan memadukannya dengan  kedua bahan itulah maka membuat jenis kaos ini mempunyai kelebihan dimana mempunyai daya serap yang lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya.

Bahan ini sendiri ternyata menjadi bahan yang cukup recommended untuk anda pilih. Selain itu, kaos ini sendiri juga mempunyai kekuatan yang cukup tinggi. Berbeda dengan jenis kaos sebelumnya yang mempunyai pori-pori di kedua sisinya, kaos ini sendiri hanya mempunyai pori-pori pada bagian luarnya saja.

 

Lacost PE

Berdasarkan namanya, bahan Lacost yang satu ini pun termasuk salah satu Lacost yang mempunyai kandungan polyester didalamnya. Hal ini bukan tanpa alasan karena memang bahan dasar untuk pembuatan kaos yang satu ini terbuat dari polyester.

Adapun karakter dari Lacost PE ini yang paling terlihat adalah tekstur dan pori-pori dari jenis kain yang satu ini memang cenderung lebih besar apabila dibandingkan dengan jenis Lacost Cotton Pique maupun Lacost Cotton CVC.

Perbedaan 24s dan 30s

Jika melihat kaos yang dijual di distro atau lapak online biasanya ada keterangan “material Cotton Combed 24s” atau “menggunakan bahan Cotton Combed 30s”. Lalu apa yang dimaksud dengan 24s dan 30s? Mari kita simak perbedaannya.

 

Perbedaan dari Ketebalan Kain

Angka yang mengikuti di belakang Cotton Combed, seperti 24 atau 30 sebenarnya menunjukkan jumlah benang yang mewakili ketebalan benang untuk dijadikan kain katun. Semakin besar angkanya maka semakin halus benangnya, sehingga dari segi ketebalan Cotton Combed 30s lebih akan lebih tipis dari Cotton Combed 24s.

 

Namun jangan salah mengira bahwa kain katun yang tebal selalu lebih bagus. Masing-masing memiliki keunggulan dan peruntukannya. Keduanya juga sama-sama terbuat dari katun yang merupakan bahan yang nyaman digunakan dan awet.

 

Sedangkan huruf ‘s’ di belakang angka ketebalan benang menunjukkan jumlah jarum rajutan. Huruf ‘s’ merupakan singkatan dari single knitt, di mana cara merajut kain ini menggunakan satu jarum saja sehingga hasilnya cenderung lebih renggang daripada jenis jarum ganda atau biasa disebut double knitt dengan singkatan huruf ‘d’ di belakang angka ketebalan benang.

 

Sehingga Cotton Combed 24s artinya memiliki ketebalan benang dengan ukuran 24 dan dirajut menggunakan jarum single knitt. Kebanyakan kaus distro menggunakan single knitt untuk menciptakan kaus yang lebih tipis dan nyaman dipakai. Sedangkan double knitt kebanyakan digunakan untuk bahan yang butuh kerapatan lebih seperti kaus anak-anak.

 

Perbedaan dari Segi Berat Kain

Tak hanya ketebalannya saja, Cotton Combed 24s dengan 30s juga dibedakan dari segi berat kainnya. Berat kain dalam Cotton Combed atau biasa disebut gramasi menggunakan satuan gsm (gram/meter persegi).

 

Gramasi pada Cotton Combed 24s lebih berat dari 30s karena ketebalannya yang lebih besar. Gramasi cotton combed 24s adalah sekitar 175-185 gsm. Sedangkan gramasi untuk kain cotton combed 30s adalah sekitar 150-160 gsm.

 

Angka-angka tersebut bukan angka yang mutlak, sehingga beberapa produsen kain Cotton Combed juga bisa membuat standar gramasinya sendiri. Namun Cotton Combed 24s akan selalu lebih berat daripada Cotton Combed 30s.

 

Kenyamanan Saat Digunakan

Karena terbuat dari katun, baik Cotton Combed 24s maupun 30s sama-sama nyaman digunakan, serta terasa adem karena bahan ini merupakan bahan alami yang memiliki pori-pori di sela-sela kainnya, sehingga tubuh terjaga sirkulasi udaranya.

 

Jika dibandingkan lebih detail, Cotton Combed 30s akan sedikit lebih ringan dan lebih adem saat dipakai dibandingkan Cotton Combed 24s. Ini karena bahan Cotton Combed 30s lebih tipis dan ringan.

 

Sehingga jika kamu mencari kaos yang adem untuk cuaca tropis, maka Cotton Combed 30s bisa menjadi pilihan. Sedangkan jika kamu mencari kaos yang lebih hangat untuk dipakai di udara yang lebih dingin, maka Cotton Combed 24s bisa menjadi pilihan. Namun keduanya relatif sama-sama lebih adem dibanding bahan sintetis seperti poliester.

 

Cotton Combed 24s dan 30s Bisa Digunakan untuk Pakaian Apa Saja?

Karena lebih tipis, ringan dan lebih adem, Cotton Combed 30s biasa digunakan untuk memproduksi kaos-kaos distro atau kaos polos yang siap disablon. Kaos ini cocok dipakai untuk orang-orang yang memiliki berbagai aktivitas sehingga tidak membuat gerah meski udara sedang panas.

 

Sedangkan Cotton Combed 24s juga biasa ditemui pada kaos distro, namun biasanya Cotton Combed 24s digunakan untuk kaos distro cewek, karena bahannya yang lebih tebal dan tidak menerawang saat dipakai. Cotton Combed 24s juga biasa digunakan untuk busana muslim dan pakaian anak-anak karena ketebalannya.

 

Perbedaan dari Segi Harga

Perbedaan Cotton Combed 24s dengan 30s yang terakhir adalah dari segi harga. Menariknya, kain Cotton Combed 24s yang memiliki ukuran benang lebih besar dan tebal sebelum diproduksi menjadi kaos justru harganya lebih murah dari kain Cotton Combed 30s yang lebih tipis. Hal ini terjadi karena dalam jumlah yang sama, kain Cotton Combed 30s mampu dijadikan kaus dengan jumlah yang lebih banyak daripada Cotton Combed 24s.

 

Sedangkan saat kaosnya sudah jadi, harganya bisa bervariasi tergantung merek atau distro yang menjualnya. Beberapa ada yang menjual kaos dengan bahan Cotton Combed 30s lebih mahal, beberapa ada yang menjual kaos dengan bahan Cotton Combed 24s lebih mahal, bahkan ada juga yang harganya sama antara Cotton Combed 24s dengan 30s, tergantung pada distro yang menjual kaosnya.

 

Setelah tahu perbedaan Cotton Combed 24s dan 30s kamu jadi lebih mudah menentukan ingin membeli kaus dengan bahan yang mana di Toko Baru 366 bukan?

Apa Perbedaan Cotton Combed dengan Cotton Carded?

Cotton Combed

 

Kain Cotton Combed merupakan kain katun yang paling halus dan telah mengalami proses penyisiran (combed) terlebih dahulu sebelum dipintal menjadi gulungan benang.

Ketika proses kapas (katun) di combed (sisir), proses ini menggunakan alat sikat khusus untuk memisahkan kotoran dan serat kapas yang pendek yang menempel pada katun.

 

Hal ini dapat memisahkan kotoran sebanyak 15% dari volume katun yang di combed (sisir), sehingga tersisa serat yang sejajar dan panjang. Yang pada akhirnya katun Combed kemudian akan di pintal menjadi benang. Karena proses pembuatan benangnya disisir dimesin combing, maka hasil benang yang didapatkan menjadi lebih lembut dan kain yang didapatkan juga lebih halus. Jadi nama Combed itu sendiri berasal dari nama mesin pembuatnya, yaitu Mesin Combing.

 

Dari segi tekstur, bahan Combed jelas lebih lembut dan halus, dan nyaman saat digunakan. Banyak produsen kaos lebih memilih bahan kaos cotton combed sebagai bahan baku untuk kaosnya, karena kualitasnya yang baik.

 

Jenis Cotton Combed yang umum digunakan di Indonesia adalah 20s, 24s, 30s, dan 40s.

Tetapi yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah Cotton Combed 30s karena menyesuaikan dengan iklim tropis di Indonesia. Di Toko Baru 366 menyediakan Cotton Combed dengan 2 ketebalan yaitu 24s dan 30s. Cotton Combed 24s memiliki gramasi 175-185 gsm. Sedangkan Cotton Combed 30s memiliki gramasi 150-160 gsm.

 

Cotton Carded

 

Kain Cotton Carded merupakan salah satu jenis kain katun yang dalam proses produksinya menggunakan mesin carding. Menghasilkan kualitas dibawah Combed, tetapi dalam segi biaya lebih ekonomis. Berbeda dengan cotton combed, untuk mendapatkan benang carded, kapas diolah melalui mesin carding. Jadi nama dari Carded juga diambil dari mesin pembuatnya yaitu mesin carding.

 

Yang membuat Carded berbeda dengan Combed adalah dari teksturnya. Kain Cotton Carded cenderung lebih kasar dan berbulu. Dari segi kualitas, kain Cotton Carded berada di bawah Cotton Combed, harganya pun lebih murah daripada Cotton Combed.

 

Akan tetapi, bahan Cotton Carded tetap bagus jika digunakan sebagai bahan kaos. Tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan dan budget.

 

Sama seperti Cotton Combed, Cotton Carded yang tersedia di Toko Baru 366 hanya ada 24s dan 30s dengan gramasi yang sama seperti Cotton Combed.